Jangan Sepelekan Peran Ayah Bagi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

 Hi, readers !! 

Ayah adalah bagian terpenting dari keluarga yang memimpin, membimbing, hingga mengarahkan anggota-anggota keluarganya. Iyup, karena berkedudukan sebagai kepala keluarga adalah jawabannya. Namun, terlepas dari tanggung jawab sebagai kepala keluarga, pernah gak sih terbesit dipikiran kalian bahwa Ayah juga memiliki peran penting loh bagi perkembangan Anak. Hernandez dan Brown (2002) menyatakan bahwa perkembangan kognitif dan kompetensi sosial anak akan dipengaruhi oleh kelekatan, hubungan emosional dan ketersediaan sumber daya yang diberikan oleh seorang Ayah. Berdasarkan pada teori tersebut, pentingnya peran Ayah dapat kita jabarkan sebagai berikut.

1.    Kelekatan akan mempengaruhi kompetensi sosial anak

Kita bisa bandingkan antara Ayah yang memiliki kelekatan intens terhadap anaknya dan yang tidak. Pasti akan kita temukan perbedaan. Dengan adanya kelekatan antara keduanya, maka dapat kita katakan bahwa Ayah dan anak memiliki gaya komunikasi yang hangat, saling percaya dan tentu perilaku dalam berinteraksi akan menggambarkan bagaimana kelekatan Ayah terhadap anak. Armsden, dkk. (1990) dan Gullone dan Robinson (2005) berdasarkan teori kelekatan Bowlby membagi kelekatan menjadi dua pola kelekatan yaitu kelekatan yang aman (secure attachment) dan kelekatan yang tidak aman (insecure attachment). Kelekatan yang aman terbagi menjadi dua dimensi yakni kepercayaan (trust) dan komunikasi (communication). Kelekatan yang tidak aman ditandai dengan adanya dimensi terkucilkan (allienation). Berdasarkan teori kelekatan tersebut, jika ayah dan anak memilki kelekatan yang aman, maka akan terlihat bagaimana sikap keterbukaan dan saling percaya yang ditunjukkan anak. Namun sebaliknya, jika ayah dan anak memiliki kelekatan yang tidak aman, maka anak akan merasa terkucilkan dan tentu hal ini akan berpengaruh bagaimana kemampuan sosialnya di tengah masyarakat.

2.      Hubungan emosional

Hubungan emosional sangat penting dan akan memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan anak. Ayah yang memiliki hubungan emosional yang positif maka akan menularkan kepada anaknya. Kebiasaan atau perilaku emosional yang ditunjukkan seorang Ayah kepada anak, maka akan menjadi contoh yang kemudian hari akan ditiru anak. Oleh karena itu, hubungan emosional yang positif harus dibangun sejak anak masih berusia dini, misalnya ketika berbicara jangan disertai dengan nada tinggi, usahakan jangan marah di depan anak, biasakan perilaku-perilaku positif kepada anak, sayangi anak, dan terus memberikan motivasi-motivasi yang membangun, jangan sesekali meremehkan kemampuan anak.

3.      Ketersediaan sumber daya yang diberikan

Kemampuan kognitif adalah salah satu perkembangan anak yang akan di pengaruhi oleh ketersediaan sumber daya yang diberikan. Misalnya, kebutuhan media belajar. Jika ayah memenuhi kebutuhan anak dalam belajar, tentu hal ini akan mendukung dan turut membantu anak dalam mengembangkan kemampuan kognitifnya secara maksimal. Namun, media belajar bukanlah hal utama yang harus diberikan ayah, peran keikutsertaan dan dukungan nyata dari Ayah maupun Ibu sebagai orangtua dalam memberikan pelayanan dan ajaran yang positif adalah hal utama bagi anak dalam mengembangkan setiap aspek perkembangannya.

Ternyata peran Ayah terhadap perkembangan anak sangat besar readers, jadi sekarang jangan pernah lagi menomorduakan peran Ayah yaa. Ibu dan Ayah memiliki peran yang sama besarnya dalam pertmbuhan dan perkembangan seorang anak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahaya Junk Food Bagi Anak Usia Dini